jump to navigation

Membangun LTSP Bersama Ubuntu Gutsy Gibbon 3 Februari 2009

Posted by cemynotes in ubuntu.
Tags: , ,
trackback

ltspIni hanya sekedar pengalaman saya dalam mencoba membangun server LTSP dengan sistem ubuntu 7.10. Awalnya ada beberapa teman yang ingin terjun dalam usaha warnet bertanya kepada saya tentang LTSP di lingkungan sistem linux. Mereka pernah memakai jasa warnet di suatu tempat/daerah yang hanya di sugguhi komputer lama tapi mempunyai kecepatan yang tidak kalah dengan kelas Pentium 4. Setelah mereka bertanya kepada si pemilik warnet, ternyata warnet itu memakai sistem linux dengan LTSP. Dari si pemilik warnet sendiri mereka mendapat masukan bahwa dengan memiliki sistem seperti ini (Linux dan LTSP) biaya pengeluaran untuk perawatan komputer bisa ditekan seminimal mungkin karena praktis hanya server LTSP saja yang menjadi prioritas utama. Dengan berbekal apa yang mereka dapatkan itu teman-teman saya pulang dengan keinginan bisa mempunyai warnet sendiri. Maklumlah dalam kesehariaanya mereka kerap menggunakan windows untuk bekerja jadi kurang begitu mengenal sistem linux, walaupun saya sering menyarankan untuk mencoba sistem yang bebas virus ini. Tapi dengan berbagai alasan mereka mencoba mengelak karena satu dan lain hal🙂 .

Setelah berdiskusi agak lama saya menyanggupi untuk mempelajari sistem dengan LTSP, dengan harapan semoga dengan adanya sistem ini mereka dapat bergelut dan mempelajari lebih jauh mengenai linux. Dan saya juga berharap mitos tentang linux itu susah untuk dipelajari bisa terhapus dari bayangan mereka. (Amin…).

Maaf kelamaan ceritanya ya hehehehe.

Ok kita mulai pembuatan sistem LTSP di Ubuntu 7.10. Saya memilih ubuntu karena memang saya menggunakan ubuntu dalam bekerja sehari hari hehehehe. Oleh karena saya juga tidak begitu paham tentang LTSP jadilah saya minta tolong mbah google (harusnya kalo minta pertolongan itu sama yang khaliq🙂 ). Ternyata sangat banyak artikel mengenai LTSP ini sendiri. Dari yang cara rumit (menurut saya lho) sampai yang sederhana. Nah kita ambil yang sederhana sajalah.

Seperti biasa di artikel-artikel terdahulu install LTSP dengan mantra berikut :

$ sudo apt-get install ltsp-server-standalone openssh-server

Setelah selesai kita buatkan LTSP untuk klien dengan perintah :

$ sudo ltsp-build-client

Tunggu prosesnya sampai selesai, bisa jadi agak lama karena pengaruh koneksi yang anda punya.

Setelah selesai bisa saja terjadi error seperti dhcp tidak mau restart (failed). Seperti yang terjadi dalam kasus saya. lihat pesan di bawah ini.

invoke-rc.d: initscript dhcp3-server, action “force-reload” failed

Ini di karenakan dhcpd.conf belum di set dengan benar. caranya edit file dhcpd.conf.

$ sudo nano /etc/ltsp/dhcpd.conf

Sebelumnya bagi server yang telah mengaktifkan dhcp, file dhcp.conf berada di /etc/dhcp3/dhcp.conf. Tapi setelah anda menginstall LTSP dhcp.conf di letakkan di /etc/ltsp/dhcpd.conf.

setelah anda menset ulang dhcpd.conf, restart dhcp dengan perintah

$ sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart

nah dhcp server sekarang berjalan kembali normal (OK).

Langkah berikutnya membuat user untuk klient. masuk ke menu system–Administratin–users&groups.

catatan : setelah menambah user aktifkan apa saja yang anda rasa perlu untuk si user tetapi jangan mengaktifkan administer system pada tab user privileges. Karena ini akan membuat user juga bisa mendapatkan hak admin (sudo). selesai.

Aktifkan komputer klien dan set agar komputer dapat di boot dari LAN. Bagi pengguna komputer merk HP (mungkin merek lain juga sama) dapat menekan tombol F12 untuk bisa boot dari LAN tanpa masuk ke BIOS.

Reboot komputer setelah di set,

Waaaaaaaaaah… komputer klien ga mau boot dari LAN…….. gleeeeeeeeeeekkkkk. Muncul pesan PXE-E32:TFTP open timeout.. (masalah lagi…lagi dan lagi)🙂

Tapi jangan cemas, setelah masuk forum keluar forum (semalaman hanya nyari jawaban ini aja..ampe lupa makan..weleh..weleh..) akhirnya nemu di sini http://ubuntu-utah.ubuntuforums.org/sho … p=4491306.

Setelah baca di forum itu ternyata pemecahan adalah dengan mengedit file /etc/inetd.conf. Pada bagian

tftp dgram udp wait root /usr/sbin/in.tftpd /usr/sbin/in.tftpd -s /var/lib/tftpboot

di rubah menjadi

tftp dgram udp4 wait root /usr/sbin/in.tftpd /usr/sbin/in.tftpd -s /var/lib/tftpboot

kemudian reboot kompi, dan setelah itu coba kembali boot dari PC klient. Hoppppplaaaaaaaa…. berhasil kan..😀

jika client ga bisa login coba cara ini,
$ sudo ltsp-update-sshkeys
$ sudo ltsp-update-image

Ada beberapa masalah lain yang mungkin muncul setelah menginstall LTSP seperti LAN card pada komputer-komputer tua sulit untuk bisa di boot menggunakan LAN. Bila anda punya masalah seperti ini coba baca di sini. Dan bila anda tertarik untuk membangun warnet dengan LTSP plus Billing system coba baca di sini.

Wahhhhhh cuapeeeeekkkkkk juga ya.. semalaman ga tidur hanya karena nafsu. Nafsu ingin bisa belajar LTSP hehehehe. Tapi nafsu yang seperti ini bagus atau jelek ya?🙂

Tidurrrrrrrr ahhhhhhhhh….. whuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..

Komentar»

1. muhibbudin - 29 September 2009

untuk jaunty bisa gak kakya gini

cemynotes - 30 September 2009

belum pernah saya coba..tapi dari pengakuan teman2 di jaunty lebih mudah penggunaannya karena hanya perlu menambah add on khusus LTSP (edubuntu).. bisa juga diliat pada info linux edisi agustus 2009.

2. Joe - 24 Januari 2011

server saya jalan ni, tp pas loading knapa slalu berhenti ya mas?

cemynotes - 26 Januari 2011

yang berhenti sewaktu loading dr server ato di cliennya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: